Senin, 28 Januari 2013

RENDAH VS TINGGI


Naluriku menggelitik
Tuk menggintip rentetan kisah di negeri ini
Diri tertipu oleh balutan kata yang manis bagai madu
Menjamu rayumu setiap waktu
Oh … PEJABAT TINGGIKU
Masi terbuka mata yang berbicara
Tatapan tajam menukik celah ditenangnya asa
Ku gores bait kata yang bermakna
Agar teguran waktu yang lumpuh bersama bayu
Terngiang di telingamu
Oh … Para pejabat tinggiku
Apakah tak pernah malu ??
Apakah mata tak pernah menatap buliran haru ??
Raut wajah tangisan hiba meraung pekat
Mengalir deras di mata anak-anak tak berdosa
Berteriak mengharap iba di setiap lorong nista
Ntah apa yang ia tangisi
Takkan pernah kau tau wahai kau PEJABAT TINGGI
Aku manusia,
Mereka manusia,
Kau juga manusia
Goresan janji yang kau pastri,
Hanya jadi cerita basi tak berarti
Aku letih bahkan lirih
Mengingat janji yang diingkari
Mengelus mengusap rasa sedih di hati
Memangku harap tak pasti,
Inginkan ada yang mengobati ..

Rini Ariska (RA )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar