
Naluriku menggelitik
Tuk menggintip rentetan kisah di negeri
ini
Diri tertipu oleh balutan kata yang
manis bagai madu
Menjamu
rayumu setiap waktu
Oh
… PEJABAT TINGGIKU
Masi
terbuka mata yang berbicara
Tatapan
tajam menukik celah ditenangnya asa
Ku
gores bait kata yang bermakna
Agar
teguran waktu yang lumpuh bersama bayu
Terngiang
di telingamu
Oh
… Para pejabat tinggiku
Apakah
tak pernah malu ??
Apakah
mata tak pernah menatap buliran haru ??
Raut
wajah tangisan hiba meraung pekat
Mengalir
deras di mata anak-anak tak berdosa
Berteriak
mengharap iba di setiap lorong nista
Ntah
apa yang ia tangisi
Takkan
pernah kau tau wahai kau PEJABAT TINGGI
Aku
manusia,
Mereka
manusia,
Kau
juga manusia
Goresan
janji yang kau pastri,
Hanya
jadi cerita basi tak berarti
Aku
letih bahkan lirih
Mengingat
janji yang diingkari
Mengelus
mengusap rasa sedih di hati
Memangku
harap tak pasti,
Inginkan
ada yang mengobati ..
Rini
Ariska (RA )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar