Semuanya
berjalan lancar. Citra berhasil menggugurkan kandungannya. Selang beberapa hari
saat kejadian itu berlangsung, Citra langsung bergegas pulang ke Bandung. Orang
tua Citra yang sudah seminggu pulang, akhirnya bisa memeluk kembali buah hati
yang sangat mereka banggakan tersebut. Semuanya kelihatan baik-baik saja. Citra
sangat-sangat bisa menutupi semua kesalahannya. Sungguh manis bibir Citra di depan
kedua orangtuanya. Orangtua Citra merasa ada yang aneh dengan anaknya. Kemudian
mereka bertanya : “Wajah kamu kenapa pucat seperti itu nak? Kamu sakit ya?,
jawab jujur ya, mamah dan papa gak mau kamu kenapa-kenapa,” tanya mama Citra
penuh rasa khawatir. “Gak pa pa kok mah, Cuma agak pusing dan kurang tidur aja,
terlalu banyak kegiatan disana,” jawab Citra gugup. Mama dan papa Citra pun
mengangguk dan langsung kembali ke kamar.
**
Di suatu tempat,
tak begitu besar. Dihiasi dengan bunga-bunga kecil tepat di meja tempat
bernaung bersama buku dan pena. Kemudian sebuah dinding kokoh yang dibaluti
warna pink ketuaan mewarnai seluruh kediaman Citra. Ya disitulah Citra berkeluh
kesah dan bercerita. Dengan memandangi langit-langit di kamarnya, Citra
terbayang wajah Roy. Roy pacarnya yang ia tinggali beberapa waktu lalu. Terlalu
lama Citra meninggalkan Roy. Apakah Roy masih mau menerimanya? Apa Roy tahu
satu hal tentangnya? Gak Roy pasti gak tahu. Citra sesekali menatap frame poto
yang berada tepaat disampingnya. Memandang pria lugu, yang selalu
dipermainkannya. Roy itu baik banget kan? Dia baik banget sama aku. Kenapa sih
aku selalu mainin dia? Jahat banget ya aku?, gemuruh didadanya masih saja
berkobar-kobar. Ia takut dan ia pasti malu jika Roy tahu apa yang terjadi
dengannya di Bali. Apalagi jika ia ingat dengan laki-laki brengsek yang telah
mencoreng nama baiknya.. laki-laki itu bernama Tomy. Tomy melarikan diri dan
sengaja ingin mencoreng nama baik Citra. Citra sesekali menangis jika teringat
akan perbuatan bejatnya bersama Tomy. Sedangkan Tomy hanya bersantai tanpa
ingin tahu bagaimana keadaan Citra.
**
Gemericik kristal
membaluti hari ini. Sang surya tak tampak sama sekali. Hewan-hewan kecil sibuk
mencari makan di daerahnya. Tak berani keluar dari sarangnya. Lebah-lebah dan
kupu-kupu tak berani menuai basah dibahunya. Mereka sibuk dengan cadangan
makanannya saja. Cukup dengan menghisap madu yang masih tersisa disela-sela
tangkai mawar yang tak terkena percikan krital. Suasana haru sepertinya masih
menyelimuti kediaman Roy. Tepat di kamar tidurnya, dari kejauhan terlihat
sebuah meja kecil yang menghadap ke jendela. Dengan dilengkapi kursi kayu yang
unik dan baik untuk bersantai. Roy yang masih duduk dan menatap jauh kesebrang
luar mencoba melupakan rasa sakitnya. Di dinginnya suasana, ia masih ingin
merubah pemikirannya tentang Citra, dan tak ingin mendengar apa kata Retno. Ia
masih bimbang untuk percaya kepada siapa. Kecintaannya kepada Citra membuat ia
tak percaya lagi dengan Retno yang memberi informasi tak jelas kepadanya hari
itu. Ternyata di luar ada yang berteriak memencet bel rumah Roy. Roy dengan
gontai membuka pintu. Ia pun bingung, siapa yang sebenarnya datang. Dengan
harapan yang baik, ia buka pintu perlahan. Ternyata yang datang adalah
kekasihnya, Citra. Roy spontan langsung memeluk Citra. Citra diam setengah mati
dan tak bisa berbuat apa-apa. Roy sesunggukan. Baju yang Citra kenakan basah
seketika. “Lo gak kenapa-kenapa kan Cit? Lo baik-baik aja kan? Lo gak sakit
kan? Lo juga gak hamil kan?,” ujar Roy dengan mata berkaca-kaca. “Gueee? Gue
baik-baik aja kok Roy, lo kenapa sih? Lihat nih buktinya gue baik-baik ajakan?
Gue masih Citra yang dulu Roy, yang lo kenal beberapa tahun silam. Gue gak
berubah kan? Gue Cuma terlalu sibuk dengan urusan karier gue, lo ngerti gue kan
Roy?, “ jawabnya dengan wajah yang menyimpan banyak rahasia.”Syukurlah,
ternyata yang gue pikirin selama ini gak bener kan? Yang penting lo baik-baik
aja gue udah seneng banget kok. Masuk yuk ibu masak sup tuh,” ajak Roy.
**
Keduanya masuk
ke rumah. Citra yang masih berbohong kepada Roy sangat-sangat bersyukur bahwa
Roy tak tahu tentang hal kehamilannya waktu di Bali. Citra tersenyum kepada
Roy, dan Roy tetap memandangi wajah Citra yang sangat ia rindukan sejak
beberapa bulan ini. Wajah Roy tak bisa berbohong. Tatapannya yang tulus, kasih
sayangnya yang ikhlas, membuat ia tetap berharap bahwa Citra cinta terbaiknya.
Citra juga kembali memandangi wajah Roy. Ia merasa bersalah sekali jika harus
berbohong kepada Roy. Sampai kapan ini akan terjadi? Citra hanya diam, dan
menyimpan rasa bersalahnya. Suatu saat Roy pasti tahu kok. Citra yakin suatu
saat ia akan membuka semua kesalahannya dan meminta maaf kepada Roy.
**
Esoknya, di
kampus tercinta. Keduanya mesra sekali. Pergi kemana-mana berdua dan selalu
berdua. Mobil butut kesayangan Roy yang selalu setia menemani dan mengantarkan
mereka kemanapun mereka mau. Hari-hari Roy kembali seperti semula. Ceria dan
tanpa adanya tangisan. Roy mulai bangkit dari keterpurukannya semenjak ia tahu
akan keadaan Citra yang sebenarnya baik-baik saja. Citra tak berubah sama
sekali. Ia masih Citra yang dulu, keras kepala dan tak mau mengalah. Tapi Roy
tetap saja cinta dan sayang bagaimanapun keadaan Citra. Baginya, dengan cara
menerima kekurangan Citra lah ia bisa menutupi semua. Cinta itu dari hati,
bukan masalah fisik atau sifat. Keduanya mampir di tempat kesenangan mereka.
Sungai merapi. Mereka duduk di tempat mereka pertama kali jadian. Moment indah
itu tak akan pernah terlupakan dibenak mereka. Ukiran nama yang terpampang
jelas di kedua pohon yang mengapit kursi tersebut, menjadi saksi bisu
terikatnya cinta antara Roy dan Citra. Semuanya kembali seperti semula.
Semuanya senang dan semuanya pasti akan berakhir indah.
**
Roy yakin dengan
semua yang ia rasakan beberapa hari ini. Citra tak akan pernah meninggalkannya
lagi. Citra pasti tetap bersamanya disini. Tiba-tiba, ketika Roy asik menghayal
dengan frame ditangannya, handpone Roy berbunyi. Pesan itu dari Citra. Roy
langsung membuka pesan tersebut. “Roy, beberapa hari ini aku lihat kamu seneng
banget, aku udah ngomong sama mama dan papa, aku siap untuk menikah dengan
kamu. Kamu siap kan? Besok, aku dan keluargaku akan datang. Semoga semuanya
akan baik-baik saja, tertanda: Citra.” Roy langsung terperanjat. Ini tidak
mimpi kan? Menikah? Tidak segampang itu Citra mengatakan kata menikah dengan
aku. Apa yang harus aku katakan pada ibu dan bapak. Aku anak bungsu, pasti
mereka menginginkan aku sekolah sampai selesai barulah menikah. Tapi jika
menikah karena Allah dan tak ingin timbul yang bukan-bukan. Aku harus siap dan
harus bisa membujuk ibu dan bapak supaya menyetujui ini,” Gumam Roy dalam hatinya.
**
Hari yang
ditunggu-tunggu Roy telah sampai pada waktunya. Roy menunggu keluarga Citra
datang ke rumah. Ibu dan ayah Roy telah siap dengan kedatangan calon
menantunya. Dibalut dengan pakaian berwarna hijau muda, ibu dan ayah Roy lebih
terlihat muda dari sebelumnya. Mereka bersemangat, mereka sangat mendukung apa
yang Roy lakukan. Selagi itu masih dalam batas yang baik dan yang terbaik untuk
anaknya, ibu Roy setuju-setuju saja. Dari kejauhan telah tampak mobil sedan
berwarna merah yang gagah berani menghampiri kediaman Roy. Semuanya
dipersilahkan masuk. Bincangan demi bincangan pun telah dilakukan dengan
semangat. Semuanya setuju. Tetapi tiba-tiba Citra mengajak Roy untuk berbicara
empat mata di taman dekat rumah Roy. Citra ingin mengatakan yang sebenarnya ke
Roy. Roy mengikuti Citra. Ia menikmati perjalanan menuju taman. Wajahnya
terlihat berseri-seri. Kesenangan yang ia rasakan hari itu tak dapat ia
gambarkan lagi dengan kata-kata. Citra mencoba membuka celah berbicara.
**
“Roy, kalau aku
ngomong jujur tentang apapun, kamu masih mau jadi suami aku kan?, “tanya Citra
dengan gugup. “Kok kamu gitu sih ngomongnya, emang ada masalah ya? Atau ada
cowok lain,” wajah Roy mulai berubah. “Gak bukan itu, aku Cuma mau bilang,
akuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu,” Citra semakin gugup. “Aku apa Cit? ngomong dong,
aku gak mau jika kita sudah menikah, kamu masih menutupi semuanya,” pinta Roy
tegas.
**
Dengan pelan
Citra membisikan kata singkat ketelinga Roy. “Akuu udah gak perawan lagi, aku
sudah pernah melakukan itu dan aku menggugurkan kandunganku sendiri, demi kamu
dan demi keluargaku, aku bukan bermaksud nyakitin atau bohongin kamu, aku Cuma
takut kehilangan kamu,” Citra menangis atas kesalahannya. Suasana kemudian
hening. Roy hanya diam, ia tak merespon apa-apa. Ia menunduk dan matanya
berkaca-kaca. “jadi selama ini benar. Apa yang aku dengar dari Retno itu benar?
Kamu sudah hamil dan menggugurkannya? Kamu gila ya Cit!!!! itu anak kamu, darah
daging kamu. Kamu tega , sumpah kamu tega Cit, aku kecewa sama kamu,” Roy
meninggalkan Citra. Kemudia Citra berlari mengejar Roy dan menangis
sejadi-jadinya. Roy yang terlalu sayang kepada Citra akhirnya memutuskan untuk
memaafkan Citra dan menikah dengan Citra secepatnya. Ia tak ingin melihat Citra
menanggung malu. Biarlah Allah yang menghukum ia. Roy hanya ingin membimbing
Citra ke jalan yang benar.
**
Semuanya
berjalan lancar. Rumah tangga Roy dan Citra sungguh harmonis. Keduanya saling
mengisi satu sama lain. Kebiasaan Roy bekerja dan Citra di rumah masih sama
tetap harmonis. Citra yang sudah berubah, kini menjadi ibu yang muslimah. Ia
mengenakan hijab dan banyak belajar agama di majelis taklim dan dengan suaminya
sendiri.
**
Cerita-cerita
indah pasangan pengantin baru ini sungguh berkesan. Setiap malam, suasana
dihiasi dengan membaca Al-Quran. Roy mengajarkan Citra membaca Al-Quran. Walau
masih terbata-bata, Roy sabar membimbing istrinya. Roy yakin istrinya pasti
bisa menjadi istri yang baik. Kesederhanaan yang dimiliki Roy dan Citra membuat
mereka ingin cepat memiliki anak. Citra selalu sedih jika Roy menasehatinya,
mengatakan bahwa Tak ada manusia yang sempurna. Apapun yang terjadi Citra
adalah wanita terbaik yang Roy punya saat ini. Masa lalu Citra membuat Roy
sadar, bahwa Jodoh yang baik ternyata berawal dari yang jahat dahulu. Tak
selamanya mereka mendapat yang baik pula.
**
Bulan berganti
bulan. Musim penghujan telah meninggalkan kota Kembang dan kembali menghirup
musim panas. Sang surya tampak gagah dengan gaun berwarna kuning keemasannya.
Burung pun terbang bebas di angkasa. Menikmati terangnya surya di pagi nan
cerah itu. Roy yang bekerja di sebuah toko elektronik sangat piawai dalam
menjualkan barang elektroniknya ke konsumen. Bakat berjualannya memang tumbuh
saat ia masuk ke ITB jurusan ekonomi. Roy hobi dalam hal memasak juga. Tak ayal,
setiap hari libur Roy memasak untuk istrinya. Setiap malam, ketika Roy belum
pulang, Citra menunggu Roy. Ia celingak celinguk kejendela. Suatu hari Citra
sudah tak kuat lagi untuk menopang matanya sendiri. Mata Citra sudah
benar-benar mengantuk. Akhirnya malam itu ia terlelap dengan cepat. Citra
bermimpi aneh, ia bertemu dengan gadis kecil, cantik, mirip sekali dengannya.
Gadis itu memberikan sepucuk surat. Kemudian Citra membaca surat tersebut. Ini
isi suratnya.
**
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Teruntuk bundaku tersayang
Dear bunda ..
Bagaimana kabar bunda hari ini? Semoga bunda baik-baik
saja. Nanda juga disini baik-baik saja bunda. Allah sayang banget deh sama
Nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai
bukti cinta nanda kepada bunda.
Bunda, nanda ingin sekali menyapa perempuan yang telah
merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sebentar. Bunda sebenarnya
nanda ingin sekali lebih lama berdiam diri dirahim bunda, ruang yang kata Allah
paling kokoh dan paling aman di dunia.
Tapi rupanya bunda tak menginginkan kehadiran nanda,
jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda, demi
kebahagiaan bunda. Walaupun dulu waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget
bunda, badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik. Dan keluar sebagai gumpalan
darah yang menjijikkan. Apalagi hati nanda, nyeri seperti merasa aib yang tidak
dihargai dan tidak diinginkan. Tapi nanda tidak kecewa kok bunda, dengan begitu,
bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga Allah bahkan nanda
dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurgaNya.
Bunda sayang ..
Nanda mau cerita nih.. dulu nanda pernah menangis dan
bertanya kepada Allah..mengapa bunda meluruhkan nanda disaat nanda masih berupa
wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian disini?.... apa bunda
tidak sayang sama nanda, dan bunda tak ingin mencium nanda? …atau jangan-jangan
takut nanda rewel dan ngompol sembarangan nantinya?...
Lalu Allah menjawab : bunda kamu malu sayang …..kenapa
bunda malu? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram.. anak haram
itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa seorang ayah..
Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah.. ya Allah,
bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali Adam dan Isa?
Allah yang maha tahu menjawab bahwa bunda dan ayah
memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang Allah Ridhoi.
Nanda semakin bingung, dan akhirnya nanda memutuskan
untuk diam. Bunda sayang, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah. Walaupun
setiap nanda tanya, pasti Allah selalu menjawab semua pertanyaan nanda.
Sekarang nanda mau nanya sama bunda aja. Bunda oh bunda pernikahan itu apasih
bunda?. Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah?. Kenapa bunda membuat
nanda menjadi anak haram? Dan mengapa bunda mengusir nanda dari Rahim bunda dan
tidak memberi kesempatan nanda hidup didunia untuk berbakti kepada
bunda?....... hehe maaf ya bunda nanda bawel banget, nanti saja nanda tanyakan
bunda kalau kita ketemu.
Bunda sayang
Suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda
ke suatu tempat bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh
berbeda dengan tempat tinggal nanda di Syurga. Disitu banyak orang yang dibakar
pakek api loh bunda.. minumnya juga pakek nanah dan makannya buah-buahan aneh
banyak durinya, yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kayak
sate gitu, serem banget deh bunda..lagi ngeri-ngerinya tiba-tiba malaikat
bilang sama nanda. “Nak, jika kelak ibu dan ayahmu tidak bertaubat, maka
disitulah tempatnya, disitu jugalah
orang yang berzina akan tinggal selama-lamanya.” Seketika itu nanda menangis
berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah tidak dimasukkan ke situ.
Bunda sayang
Nanda sayang banget sama bunda, nanda ingin bertemu
dengan bunda….nanda ingin merasakan lembutnya tangan bunda, dan nanda ingin
bunda dan ayah tingggal bersama nanda di syurga. Nanda takut bunda dan ayah
kesakitan seperti orang-orang itu.
Lalu dengan lembut malaikat berkata, “Nak jika kamu
sayang dan mau bertemu serta ingin ayah dan bundamu tinggal di syurga, tulislah
surat untuk mereka. Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal disyurga dan ingin
mereka ikut. Ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga berita buruk bahwa
jika mereka tidak bertaubat, mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang
itu.
Mendengar itu segera saja nanda menulis surat ini
untuk bunda. Menurut nanda Allah itu baik banget bunda. Allah akan memaafkan
semua kesalahan makhlukNya, asal mereka
mau bertaubat nasuha. Bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa
kumpul bareng disini. Nanti nanda jemput bunda dan ayah di Padang Mahsyar deh.
Nanda janji mau bawain payung dan minuman buat ayah dan bunda. Soalnya kata
Allah di sana panas banget bunda. Antriannya juga panjang, semua orang sejak
zaman nabi Adam akan kumpul di situ. Tapi bunda jangan khawatir, Allah janji
walaupun ramai kalau bunda dan ayah mau bertaubat dan jadi orang yang baik,
pasti nanda bisa ketemu kalian. Bunda kasih kesempatan buat nanda ya?. Biar
nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua. Nanda
juga memohon sama bunda, jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang
sama dengan nanda. Biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan
itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia, menemani
dan merawat bunda sampai bunda tua kelak.
Bunda sayang ..
Sudah dulu yaa , nanda mau main-main di syurga nih..
nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda disini. Nanda sayang banget sama bunda J
**
Citra kemudia
terbangun. Ia kaget setengah mati karena baju yang ia kenakan basah semua.
Ternyata ia menangis dari tadi. Ia menangis mendengar keluh kesah gadis
tersebut. Ia yakin gadis itu adalah anak yang ia aborsi dua tahun lalu. Citra
menangis sejadi-jadinya. Roy yang kecapean langsung memeluk istrinya. Tanpa
bertanya apa yang terjadi. Citra yang masih dalam pelukan Roy berkata bahwa ia
bertemu dengan anak yang ia aborsi dua tahun silam. Citra menceritakan semuanya
panjang lebar. Roy tetap memeluk erat dan merasakan bagaimana hati istrinya.
Roy mengusap air mata istrinya dan berkata : JANGAN SEDIH SAYANG, SEMUA YANG
KAMU LAKUKAN AKAN DIMAAFKAN OLEH ALLAH, JIKA KAMU MAU BERTAUBAT DAN MENGAKUI
KESALAHANMU. KITA SAMA-SAMA BINA RUMAH TANGGA INI YA. KITA BERDOA SUATU SAAT
NANTI PASTI KITA AKAN BERTEMU DENGAN GADIS KECIL ITU, JANGAN SEDIH, AKU SELALU
DISAMPINGMU, AKU SAYANG KAMU KARENA ALLAH.
***
THE AND



.jpg)