TANJUNGPINANG, TRIBUN-
Pembangunan sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Baitul Ikhwah masih dalam
proses membangun pondasi. Sekolah ini masih membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.
“Bangunan yang menjadi tempat belajar anak masih terbatas, itu pun masih menumpang disebuah musholla, kami masih menunggu surat izin dari Pemerintah yang masih dalam proses pengurusan, sudah dua tahun ini belum ada kejelasan,” ujar Kepala Sekolah PAUD Baitul Ikhwah, Hilda, Rabu (8/05).
Biaya yang didapat untuk pembangunan sekolah PAUD masih sulit didapatkan. Akibatnya, bangunan yang dibuat sejak setahun silam tidak kunjung selesai. Bangunan ini masih berbentuk pondasi, belum tergambar sama sekali bentuk dari bangunan yang akan dibuat. Pendiri PAUD sendiri, sampai sekarang masih berusaha keras mencari biaya demi terealisasinya bangunan yang nanti akan ditempati oleh peserta didik.
Sementara itu, para pendidik di PAUD Baitul Ikhwah ini menerima gaji melalui sumbangan dari donatur dan swadaya masyarakat setempat. “Kami disini digaji melalui donatur dan swadaya masyarakat, itu cukup Alhamdulillah. Yang terpenting bagi kami adalah kami bisa mengajar dan mendidik anak-anak kami agar menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” ujar salah satu pendidik, Atik (23).
Usaha
apapun akan dilakukan, demi terwujudnya
bantuan yang diberikan untuk keluarga kurang mampu. Karena dengan adanya
program sekolah gratis ini pendiri PAUD sangat yakin mereka yang membutuhkan bantuan
bisa terbantu bebannya untuk bebas dari biaya pendidikan sekolah anaknya.
“Selain
itu para pendidik juga berharap kepada Pemerintah untuk segera membuat
persetujuan atas surat izin pembangunan, agar pendiri PAUD selaku pelopor
donatur bisa dengan cepat membangun tempat belajar baru sehingga tidak lagi menumpang
di Surau Baitul Ikhwah,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar