Kamis, 02 Mei 2013

Niat Ini Untuk Ibu



Usaha yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. Menjadi diri sendiri adalah hal terpenting dalam hidup. Ketika kita mau dan berniat dalam menjalani hidup yang tak tahu kapan akan berhenti, percayalah semua akan terasa ringan dan baik-baik saja. Ada kemauan pasti ada jalan.
Desrita Asriani adalah seorang Mahasiswa UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) Jurusan Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia lahir di Toapaya 20 tahun silam. Gadis berperanakan Jawa tulen ini tinggal bersama ibunya  sekarang. Karena ayah Rita sudah  meninggalkan ia untuk selama-lamanya, sejak Rita berumur 5 tahun. Rita anak yang pendiam.  Walaupun begitu, Rita tetap semangat dalam menjalani hidupnya. Cita-cita terkuat yang ingin digapainya adalah menjadi pengusaha sukses.
“Walau saya nantinya jadi guru, saya tidak mau berpatokan pada guru saja,  membuat home industri  yaitu usaha keripik kerang, karena saya juga tinggal di daerah laut, jadi itu usaha yang akan saya geluti,” Ujar Rita.
Berbicara tentang kuliah, Rita hanya mengandalkan pensiunan orangtuanya. Ayah Rita seorang TNI Angkatan Darat. Biaya kuliahnya pun dibayar dengan mengambil pensiunan ayahnya setiap bulan. Karena kakak dan abang Rita sudah tidak tinggal bersama orangtuanya. Rita bahagia bisa menjadi mandiri seperti ini.
Pengalaman yang paling menarik dalam hidup Rita adalah ketika ia bisa merawat ibunya yang sedang sakit struk sejak 1tahun belakangan ini.  Setiap harinya, Rita memandikan ibu, menyuapkan ibu, dan lain sebagainya.  Karena waktu itu ibu Rita tidak bisa apa-apa.
“Ibu sakit sudah hampir satu tahun, waktu ia pertama kali sakit, bertepatan pula dengan hari libur kuliah. Jadi saya yang rawat ibu. Memandikan, menyuapkan, menggantikan pakaian, dan semua keperluan ibu saya yang kerjakan. Tapi beberapa bulan ini ibu sudah membaik. Sudah bisa menyapu, tetapi belum bisa kerja yang terlalu berat.  Ibarat kata, dulu ibu yang merawat kita, dan sekarang sudah waktunya kita yang merawat ibu” Kata anak  bungsu dari 4 bersaudara ini.
Walaupun begitu, Rita tetap rendah hati menerima cobaan-cobaan yang ia hadapi. Arti kehidupan baginya adalah bisa membahagiakan  ibu dan ayahnya walau hanya dengan kedua tangannya. Ia ingin ibunya tersenyum bangga ketika melihat ia memakai toga.
 Perjalanan hidup ini patut disyukuri. Kita sebagai manusia tak boleh mengeluh dengan cobaan yang Allah berikan. Selalu melihat kebawah adalah cara yang paling cermat yang harus kita lakukan.  “Ada 2 pertanyaan yang pernah saya dapatkan. Yang pertama, manusia apa yang paling rendah?  Manusia yang paling rendah adalah manusia yang tinggi hati. Yang kedua, manusia apa yang paling tinggi? Manusia yang paling tinggi adalah manusia yang rendah hati,” Kata Rita sambil tersenyum.(Rini Ariska)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar