Usaha
yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang
memuaskan. Menjadi diri sendiri adalah hal terpenting dalam hidup. Ketika kita
mau dan berniat dalam menjalani hidup yang tak tahu kapan akan berhenti, percayalah
semua akan terasa ringan dan baik-baik saja. Ada kemauan pasti ada jalan.
Desrita
Asriani adalah seorang Mahasiswa UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Ia lahir di Toapaya 20 tahun silam. Gadis berperanakan Jawa tulen ini tinggal
bersama ibunya sekarang. Karena ayah
Rita sudah meninggalkan ia untuk
selama-lamanya, sejak Rita berumur 5 tahun. Rita anak yang pendiam. Walaupun begitu, Rita tetap semangat dalam
menjalani hidupnya. Cita-cita terkuat yang ingin digapainya adalah menjadi
pengusaha sukses.
“Walau
saya nantinya jadi guru, saya tidak mau berpatokan pada guru saja, membuat home
industri yaitu usaha keripik kerang,
karena saya juga tinggal di daerah laut, jadi itu usaha yang akan saya geluti,”
Ujar Rita.
Berbicara
tentang kuliah, Rita hanya mengandalkan pensiunan orangtuanya. Ayah Rita
seorang TNI Angkatan Darat. Biaya kuliahnya pun dibayar dengan mengambil
pensiunan ayahnya setiap bulan. Karena kakak dan abang Rita sudah tidak tinggal
bersama orangtuanya. Rita bahagia bisa menjadi mandiri seperti ini.
Pengalaman
yang paling menarik dalam hidup Rita adalah ketika ia bisa merawat ibunya yang
sedang sakit struk sejak 1tahun belakangan ini.
Setiap harinya, Rita memandikan ibu, menyuapkan ibu, dan lain
sebagainya. Karena waktu itu ibu Rita
tidak bisa apa-apa.
“Ibu
sakit sudah hampir satu tahun, waktu ia pertama kali sakit, bertepatan pula
dengan hari libur kuliah. Jadi saya yang rawat ibu. Memandikan, menyuapkan,
menggantikan pakaian, dan semua keperluan ibu saya yang kerjakan. Tapi beberapa
bulan ini ibu sudah membaik. Sudah bisa menyapu, tetapi belum bisa kerja yang
terlalu berat. Ibarat kata, dulu ibu
yang merawat kita, dan sekarang sudah waktunya kita yang merawat ibu” Kata anak
bungsu dari 4 bersaudara ini.
Walaupun
begitu, Rita tetap rendah hati menerima cobaan-cobaan yang ia hadapi. Arti
kehidupan baginya adalah bisa membahagiakan
ibu dan ayahnya walau hanya dengan kedua tangannya. Ia ingin ibunya
tersenyum bangga ketika melihat ia memakai toga.
Perjalanan
hidup ini patut disyukuri. Kita sebagai manusia tak boleh mengeluh dengan
cobaan yang Allah berikan. Selalu melihat kebawah adalah cara yang paling
cermat yang harus kita lakukan. “Ada 2
pertanyaan yang pernah saya dapatkan. Yang pertama, manusia apa yang paling
rendah? Manusia yang paling rendah
adalah manusia yang tinggi hati. Yang kedua, manusia apa yang paling tinggi?
Manusia yang paling tinggi adalah manusia yang rendah hati,” Kata Rita sambil
tersenyum.(Rini Ariska)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar