Minggu, 24 Maret 2013

DIARY MERAH JAMBU 1


Cettaaaarrr .. suara petir membangunkanku. Aku coba membuka jendela, ternyata titik Kristal telah jatuh bersamaan sejak tadi. Aku tak merasakannya. Aku yang baru saja terbangun masih saja dalam fifti-fifti nyata. Masih setengah sadar antara mimpi dan nyata. Aku berkaca dan tertawa sendiri. HAHAHA apa-apaan sih aku ini. Kalau dilihat-lihat bangun tidur gini aku malah lebih kelihatan cantik. Natural tanpa makeup. Kenapa aku baru menyadarinya? Aku juga gak sejelek yang seperti bayangan-bayanganku dulu. Malah aku lebih mirip sama bintang dinovel kartun-kartun jepang. HAHAHAHA tawaku meledak lagi saat aku mencoba membayangkan wajahku dilayar kaca. Ya ampun, bangun tidur kok ngomongnya yang aneh-aneh sih. Udah ah mandi dulu aja kali ya, ini udah hampir mau sore.
Upppssss, tapi tunggu dulu, aku baru ingat hari ini kan aku ada janji sama sinta buat jogging bareng. Aku telvon sinta dulu deh. “hallo, Sinta, hari ini jadi jogging bareng kan? “jadi dong sel, aku tunggu ditempat biasa ya? “okee, dan tuuuuuuttttt..
Selly langsung bergegegas menuju taman, tempat biasa mereka jogging bersama. Cuaca hari itu sedikit ,mendung kecerahan. Setengah mendung setengah cerah. Tak seperti biasanya. Pohon-pohonpun tak gembira, serasa akan ada peristiwa yang mengganjal dibalik redup-redup cuaca hari itu. Tapi perasaanku biasa saja. Tak ada merasakan apa-apa. Dengan berpikir positif aku berlari pelan menuju taman. Sesampainya ditaman sinta sudah melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan. Tapi ada yang aneh, kenapa sinta tak sendirian? Bersama siapa dia? Aku jadi curiga. Akupun langsung mendekati sinta.”hey, udah lama ya nunggunya, sori ya, tadi masih bantuin mamah beres-beres dapur, celetuk aku.”oke gapapa kok, eh ini nih kenalin sodara aku dari Manado, si Kevin, dia liburan kesini, daritadi ngotot pengen ikut aku jogging ke taman, yaudah aku ajakin aja”jelas Sinta.”oh ya gapapa kok Ta, aku maklum la, biasanya cowok kalau udah datang ke sini itu gak bakalan deh mau balik lagi ke kampung halamannya” HAHAHA , tawapun memecahkan suasana sore itu.
Senja mulai menutup perjalanan hari itu. Ayam-ayam mulai masuk ke kandang. Tikus-tikus got mulai sibuk mengumpulkan pasukan untuk mencari makan. Anginpun bergejolak dingin meniup jutaan cerita dimalam minggu itu. Selly menatap layar laptopnya. Seperti biasa ia hanya duduk diam di rumah tanpa ada basa basi untuk keluar kamarnya. Di kamar yang kecil, berisi pernak pernik tak berguna, hanya saja ada satu rak meja belajar dan satu tempat tidur kecil dan satu lemari, Selly tetap asyik dengan layar laptopnya. Ia tak pernah bosan menuangkan apa yang ia rasa. Baik itu yang senang, maupun sedih. Inilah Selly. Aku anak yang cuek sama keadaan, sinis, cantik(kata orang-orang), berpakaian apa adanya dan be yourself. Aku gak suka tuh yang namanya bohongin diri sendiri, kalau aku bilang suka ya suka, kalau gak ya gak. Itu aku. Biasanya aku dipanggil sama teman-teman disekolah itu miss cuek. Waww banget deh temen-temen aku ya. Setiap hari banyak cerita yang aku tulis melalui apa saja. Mau itu buku, dilaptop, dipohon di manapun  aku berada, aku selalu menulis apa saja yang aku mau. Baik kata-kata motivasi, pokoknya yang bisa ngebangkitin rasa seseorang buat negrubah dirinya sendiri. Aku  punya  sejuta cerita. Cerita bersama sahabat maupun bersama pacar tersayang. Tapi ini cerita tentang sahabat aku. Namanya kevin. Yaa kevin yang Sinta kenalin ke aku itu sekarang berubah menjadi sahabat aku. Kevin anak yang baik, dia jujur, apa adanya, dan tidak pernah sedikitpun menyakiti perasaan aku. Aku senang, sedih, Kevin selalu ada buat aku. Kevin sekarang sudah pulang ke Manado.
Tringggg, Halooo .. Ada apa vin? Tumben nelfon jam segini?
“iya Sell, maaaf ya aku ganggu tidur kamu, aku mau pulang ke Manado besok jam 4 subuh, aku ada keperluan mendadak. Maaf ya sell aku mendadak kasih tau kamu, maaf juga kalo selama aku di Jogja aku banyak ngerepotin kamu, makasih udah jadi sahabat aku disini, dan sudah mengukir banyak kenangan beberapa minggu belakangan ini. Bagi aku kamu anak yang manis, baik, dan sedikit cuek, tapi kecuekan kamu itu yang buat aku senang bisa dekat sama kamu” jelas Kevin.
“tiba-tiba Selly tak menyadari kalau air matanya merembes deras, ia saja sampai sesunggukan dan hampir tak bisa berbicara apa-apa” ia gapapa kok vin, aku ngerti, kamu hati-hati ya, jangan lupain aku, aku selalu berharap kamu bisa main-main lagi kesini, aku seneng bisa kenal kamu vin, udah yaa aku mau tidur, tuttttttttttttttttttttttttttttt…
Telfon itupun mati seketika. Selly masih saja menangis. Ia tak menyangka ssahabat beberapa minggunya itu akan pulang lagi ke Manado. Selly tak bisa memejamkan matanya. Ia selalu saja gelisah. Memikirkan sahabatnya itu. Cerita yang ia tulis dalam buku diarynya hanya tinggal cerita dan kenangan. Tak ada lagi bahan yang manis dan lucu yang akan ia tulis di dalam buku diarynya. Selly hampir tak bisa makan setelah kepergian Kevin ke Manado. Walaupun Sinta sahabatnya sendiri memberi support, ia tetap masih sendu tak menentu.
Hari-hari dijalani Selly dengan penuh kegundahan. Nilai-nilainya hampir saja anjlok gara-gara ia memikirkan sang sahabat yang jauh dimata. Tapi ini perasaan sayang kepada sahabat atau kepada sang pujaan hati? Yaa Rabbi, ingat dong sell, Kevin itu sahabat kamu, bukan pacar kamu. Apa kamu bakalan jatuh cinta dengan dia? Sedangkan Tio yang hampir empat tahun bersamamu akan kamu buang gitu saja. Tidak sell, tidak, cinta kamu sama Tio itu sudah kamu bangun habis-habisan. Jangan sesuka hati gitu dong. Masa mau sih mengorbankan cinta yang sudah dibangun selama empat tahun dengan seseorang yang kamu baru kenal selama 4 minggu? suara-suara hati Selly makin tak menentu. Hatinya masih saja dibayang-bayangi oleh sosok Kevin yang ia kenal 4 minggu yang lalu. Ini sesuatu yang sulit dan rumit bagi Selly. Ini masalah perasaan? Ini masalah cinta dan masalah hati? Tak bisa aku berbohong. Tak bisa aku mengelak atas cintaku terhadap Kevin. ini cinta berlandaskan apa? Cinta sahabat atau cinta kekasih hati? Akupun tak tahu. Yang aku tahu cinta itu fitrah setiap manusia. Cinta itu hidup dan tumbuh subur di dalam hati masing-masing manusia. Jadi gak salah dong kalau aku nantinya bakalan cinta beneran sama Kevin?.”
Hari itu Selly benar-benar aneh, dia selalu berdiam diri di kelas. Tak mau keluar kelas. Hanya buku diarynya yang digenggam. Apa yang sebenarnya terjadi terhadap Selly? Mengapa dia begitu takut, jika buku berwarna merah jambu yang digenggamnya setiap hari hilang dari pandangannya. Sebenarnya apa isi dari buku tersebut? TUNGGU YA KISAH SELANJUTNYA, PASTI PENASARAN KAN ? APA YANG SEBENARNYA TERJADI…. TETAP TUNGGU YAAA FRIENDS .... BERSAMBUNG 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar